HALAL BI HALAL DAN PEMBUKAAN TA'LIMAN TQN KHATIBIYAH SAMBAS

SAMBAS Adalah negerinya para santri. Dulu negerinya para ulama. Sematan itulah yang membangkitkan kita untuk melanjutkan perjalanan dakwah. Meski segala rintangan Islam tetap harus tegak. Kita generasi muda adalah santri yang haus ilmu, maka sudah sewajarnya menjajal diri dalam mencari ilmunya para ulama. Di zaman melenial atau masa Gen Z, pemuda-pemudi sudah langka dalam mendalami ilmu agama. Berdengungnya sebuah Ta’lim yang di wadahi Yayasan Tariqah Qadariyah Wa Naqsabandiyah(TQN) Khatibiyah Sambas, membangkitkan jiwa nostalgia lama orang tua-tua. Mereka antusiasme dalam mencari Tariqh ini. Aroma lalu yang pernah mereka hirup menjadi kenangan terindah di masa jayanya dulu. Masa Keemasan TQN di negeri Sambas tepatnya sebuah negeri Sempadian. Dalam persembunyian orang tua-tua menuntut ilmu Tariqah sangat rahasia sekali. Apalagi bila bunyi Gaungan Zikir ini di dengar kaum penjajah Belanda dan jepang, bahkan sekutunya belanda Ingris. Menurut cerita Ibunda Mariani Binti Syaikh Bijarmi pada tahun 1949, pernah ia mengantarkan makanan ke dalam kebun Karet karena para jamaah atau Santri TQN ini adalah para pejuang bersama Komandan Ali Anyang. Dan hal itu sangat terkesan bahwa Tariqah ini mendukung perjuangan Rakyat, khususnya Kabupaten Sambas. Dengan adanya pembukaan Ta’liman bernuansa Tariqah(Tasawuf), dan Tauhid yang di Wadahi Yayasan TQN Khatibiyah Sambas ini, maka dimulainya kegiatan ta’lim setiap malam dengan jadwal yang ada. Pembukaan ta’lim TQN pada malam Rabu, 8 April 2026 bertepatan dengan 19 syawal 1447 H ini dibarengi acara halal Bi Halal antar anggota TQN Yayasan Khotibiyah Sambas. Adapun pelaksanaan ta’liman bertempat di rumah Al mukarrom Bapak Muhammad Usmin, S.E. Dengan peserta yang hadir diperkirakan dari Sambas, Tebas, Pemangkat, Jawai, Tekarang, Selakau, dan sekitarnya. Rasa rindu dengan silaturahmi dan ilmu Tasawuf, Tauhid, dan Fikih sangat memotivasi generasi tua dan muda. Dalam acara ini Tuan Guru Syaikh Jayadi Muhammad Zaini, M.A memaparkan makna pendidikan dalam Tariqah Terutama dalam TQN, pentingnya santri menguasai Kitab gundul atau kitab kuning, menguasai hadist-hadist, menguasai bahasa arab maupun bahasa asing lainnya, dan mempunyai hafalan-hafalan di bidang keislaman. Kedepannya Tuan guru berencana membuka pembelajaran tambahan pembahasan kitab gundul, dan diharapkan santri tetap bersemangat dalam menuntut ilmu. Hal ini sebagai pondasi dan bekal seorang santri di masa depannya apabila mereka menjadi regenerasi kaum tua dan pemimpin kedepannya. Insyaa Allah. Ya, santrinya masa kini semoga menjadi bibit Ulama masa depan.
Selesai acara, para santri bersalam-slaman dan saling maaf-memaafkaN baik sesama santri maupun dengan tuan guru. Dan mendokumentasikan peserta yang hadir untuk berfoto bersama. Sambas. 9 April 2026. GUNTUR, S.Pd.SD.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BI HALAL KEKERABATAN SEGERUNDING DI NEGERI LUNDU SERAWAK MALAYSIA

BEKESAH: SILSILAH KERAJAAN KOTE BALAI PINANG SELAKAU TERAKHIR

MAKAN KOPON PENGANTEN MAKANAN LEGENDARIS SAMBAS