SUMBER HUKUM BAI’AT/TALQIN ZIKIR DALAM TARIQAH QADARIYAH WA NAQSABANDIYAH JALUR SYAIKH NURDIN TEKARANG SAMBAS

Sambas, adalah Wilayah atau negerinya para Ulama pada zamannya. Sekitar tahun 1257 datanglah rombongan TAN Sumur ke Sambas. Ini adalah babak awal bermukimnya tokoh Islam yang membawa angin segar. Mereka membawa Aqidah Islam. Seiring bertahtanya Abang Tan Sumur yaitu Kala Gemet(Jaya Negara) mengambil alih warisan atas wasiatayahndanya untukkerajaan Kediri tahun 1257 M. Dengan perasaan putus asa ia berlayar ke Sambas denganmembawa ahli keluarga yang setia, dan tokoh alim Ulama. Dan sekitar tahun 1309 rombongan ke dua tiba di Sambas dengan pasukan yang ingin melamar anak Tan Sumur(Ratu Kusuma Ningrat), mereka dipimpin oleh Tan Gipang. Tan Gipang membawa pasukannya dipoimpin seorang muallim untuk pulang pergi ke kerajaan Sabung Sambas. Sekarang Sabung wilayah kerajaan Segerunding Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Hal ini terjadi tahun saat Tan Gipang melaporkan keadaan Negeri Sambas kepada ayahndanya Jaya Negara(1309-1328 M). (Rabuli, 2019:280. Maka dari itu Para Muallim sudah pun datang ke negeri Sambas membawa risalah Islam. Dan kebenaran Islam sudah pun ada saat itu. Dan disusul dengangnya para ulama lainnya pada masa-masa Kesultanan Sambas hingga sekarang. Pada zaman berkembangnhya Islam di Sambas tidak lepas dari peran para Ulama. Yang kita bahas di sini adalah perkembangan Islam dan Tasawuf dalam Tariqah Qadariyah Wa Naqsabandiyah di Sambas. Hal itu adalah peran ulama terdahulu Muridnya Syaikh Ahmad Khotib Sambas(1803-1875 M). Ajaran ini diteruskan oleh muridnya Sayikh Nurdin Bin Abu Hasan Bin Kamaruszaman Bin Dato’ Garam Bin Dato Cane’( Filifina). Maka berbai’atlah para santri yang tergerak hatinya untuk mengenal Islam lebih dalam. Setelah mengenal Syariat, maka mereka dikenalkan dengan Tariqah. Hal inilah yang akan penulis bahas kali ini. Maka dari itu kita angkat pengertian dan pengenalan Bai’at atau Talqin( Belajar mengikuti lisan Guru). Petikan sebuah kisah yang ingin penulis sampaikan adalah mengenai kisah dan dasar hukum Baai’at dan atalqin Zikir kepada guru atau Mursyid. Kisah: ”Dahulu kaum Bani Isra’il dipimpin oleh para Nabi. Setiap nabi meninggal dunia, maka digantilah dengan seorang nabi lainnya. Maka sesungguhnya tidak ada nabi yang menggantikan setelah aku meninggal dunia., namun yang menggantikanku adalah khalifah-khalifah. Maka mereka banyak mempunyai pengikut-pengikut”. Sahbat bertanya: ”Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami?”. Rasullullah menjawab: ” Laksanakan Bai’at seperti bai’at pertama kali di hadapan mereka dan tunaikan hak-hak mereka. Kalian mintalah kepada Allah, SWT yang menjadi bagian kalian, karena Allah Ta’ala menanyakan tentang apa yang mereka pimpin”.(HR.Bukhari-Muslim). Maksud yang mereka pimpin disini adalah apa yang menjadi suatu amalan kita nanatinya. Kepada siapa kita belajar, kepada siapa kita berguru, dan kepada siapa kita mengambil sebuah pembelajaran atau sebuah ilmu bekal hidup. Jika kita berguru, maka bersandlah kita. Maka kewajiban belajar ini hendaknya seorang saleh mencari guru yang bersambung atau bersanad demi bekal hidupnya di dunia. Dan berkahlah suatu ilmu dan amalnya. Maksudnya juga dapatlah kiranya di pertanggung jawabkan di hari akhir nanti(kiamat). Dan landasan Berbai’at atau bertalqin atau belajar sebagaiman berikut ini: ” Kami di samping Nabi Muhammad, SAW. Kemudian beliau bertanya: “Adakah di antara kalian ada orang asing?” maksudnya adalah ahli kitab. Kami menjawab : ”Tidak ada, wahai Rasulullah”. Maka kemudian menitahkan menutup pintu dan berkata: ” Angkat tangan kalian semuanya dan ucapkan: ”LA ILAHA ILLALLAH!” Maka kami pun mengangkat tangan kami sesaat. Lalu Rasulullah meletakkan tangannya dan berkata: ” Segala puji bagi Allah. Wahai Allah,Engkau telah mengutusku dengan kalimat ini, memerintahkan dengannya, \dan menjanjikan syurga dengannya. Dan sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji”. Kemudian beliau berkata: ” Bergembiralah, sesungguhnya Allah telah mengampuni kalian semuanya”. ( HR. Ahmad). Talqin zikir jalur Syaikh Nurdin melalui pribadi(seorang murid menghadap mursyid). Dan diajarkan zikir sesuai pakem pembelajarn TQN Jalur Syaikh Nurdin tekarang. Murid berhadapan dengan Mursyid, dan mengikiti apa yang diajarkan Sang Mursyid(Guru Rohani). Di Sambas Mursyid ini dibimbing oleh tuan guru Sayaikh Jayadi Muhammad Zaini, M. Ag. Guntur, S.Pd.SD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BEKESAH: SILSILAH KERAJAAN KOTE BALAI PINANG SELAKAU TERAKHIR

MAKAN KOPON PENGANTEN MAKANAN LEGENDARIS SAMBAS

MENGUAK KISAH MISTERI MAKAM RAJA TAN TIMBUL PASEBAN